Ilham Mahendra | Properti dan Hunian | Update: 21 April 2026
Share Article

Tipe Rumah 36: Panduan Lengkap Spesifikasi, Harga, dan Desain Minimalis Fungsional 2026

Tipe Rumah 36 masih jadi favorit tahun 2026? Simak panduan lengkap mulai dari spesifikasi, denah 1-2 lantai, harga Jakarta-Surabaya, hingga tips renovasi agar lebih luas.

Tipe Rumah 36 Minimalis Modern

Mencari rumah pertama yang nyaman ditinggali tapi tidak bikin kantong jebol? Tipe Rumah 36 bisa jadi jawabannya. Hunian dengan luas bangunan 36 meter persegi ini sudah lama jadi favorit banyak keluarga di Indonesia — mulai dari pasangan muda yang baru menikah hingga keluarga kecil dengan satu atau dua anak. Dengan desain yang ringkas dan perawatan yang relatif mudah, tidak heran kalau tipe rumah ini terus jadi incaran di pasaran properti.

Di tahun 2026, opsi untuk memiliki Tipe Rumah 36 semakin terbuka lebar berkat program perumahan rakyat dari pemerintah. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman terus mendorong pembangunan rumah subsidi dengan harga terjangkau, termasuk unit-unit tipe 36 yang tersebar di berbagai kota besar hingga daerah. Bahkan, melalui SKB 3 Menteri yang ditandatangani akhir 2024, pemerintah memberikan berbagai insentif seperti pembebasan BPHTB dan retribusi PBG bagi pembeli rumah tipe 36 untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Lantas, apa saja yang perlu diketahui sebelum memutuskan membeli atau membangun rumah tipe 36? Dari spesifikasi teknis, perbedaan dengan tipe lain, kisaran harga di berbagai kota, hingga tips renovasi agar hunian terasa lebih luas — semuanya akan dibahas tuntas di sini. Yuk, simak satu per satu.

Apa Itu Tipe Rumah 36?

Tipe Rumah 36 merupakan hunian dengan luas bangunan 36 meter persegi yang umumnya berdiri di atas lahan berukuran 60 hingga 72 meter persegi. Dimensi bangunan bervariasi, bisa berupa 6 meter x 6 meter atau 9 meter x 4 meter, tergantung desain dan kebijakan pengembang. Hunian ini biasanya dilengkapi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu sekaligus ruang keluarga, serta area dapur.

Konsep rumah tipe 36 hadir sebagai solusi perumahan yang efisien dan terjangkau. Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, perawatan rumah menjadi lebih mudah dan biaya utilitas bulanan pun relatif lebih rendah. Karena itulah, tipe rumah ini menjadi favorit di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah maupun keluarga muda yang baru memulai kehidupan berumah tangga.

Tampak depan rumah tipe 36 minimalis modern

Di Indonesia, rumah tipe 36 sering menjadi pilihan utama dalam program perumahan subsidi pemerintah. Banyak pengembang perumahan rakyat yang menyediakan unit tipe 36 dengan harga yang lebih terjangkau berkat dukungan fasilitas likuiditas dari pemerintah. Hal ini sejalan dengan target Kementerian PKP yang menjalankan Program 3 Juta Rumah untuk mengurangi backlog perumahan nasional.

Spesifikasi dan Ukuran Tipe Rumah 36

Memahami spesifikasi teknis Tipe Rumah 36 sangat penting sebelum Anda memutuskan untuk membeli atau membangun. Spesifikasi ini mencakup ukuran lahan, dimensi bangunan, hingga rincian ruangan yang tersedia. Informasi ini akan membantu Anda memastikan bahwa hunian tersebut memenuhi kebutuhan keluarga.

Secara umum, Tipe Rumah 36 memiliki luas bangunan tetap 36 meter persegi. Namun, ukuran lahan tempat bangunan berdiri bisa bervariasi. Variasi paling umum adalah rumah tipe 36/60 dan rumah tipe 36/72, di mana angka kedua menunjukkan luas tanah dalam meter persegi. Semakin besar lahan, semakin luas ruang terbuka atau taman yang bisa dimanfaatkan penghuni.

Denah teknis standar rumah tipe 36 dengan layout lengkap

Tabel perbandingan spesifikasi Tipe Rumah 36

Variasi Luas Bangunan Luas Tanah Dimensi Kamar Tidur Kamar Mandi
Tipe 36/60 36 m² 60 m² 6m x 6m 2 1
Tipe 36/72 36 m² 72 m² 6m x 6m 2 1
Tipe 36/84 36 m² 84 m² 6m x 6m 2 1
Tipe 36/90 36 m² 90 m² 6m x 6m 2-3 1-2

Referensi umum pengembang perumahan subsidi dan komersial di Indonesia.

Material bangunan untuk rumah subsidi tipe 36 umumnya menggunakan standar yang telah ditetapkan pemerintah. Pondasi biasanya menggunakan cakar ayam atau batu kali, dinding dari batako yang telah diplester dan dicat, lantai keramik ukuran 40x40 cm, serta atap dari rangka kayu atau baja ringan dengan penutup seng atau genteng. Sementara itu, rumah komersial biasanya menggunakan material dengan kualitas lebih variatif sesuai harga jual yang ditawarkan pengembang.

Perbedaan Tipe Rumah 36 dan Tipe 45

Banyak calon pembeli yang bertanya-tanya mengenai perbedaan antara Tipe Rumah 36 dan tipe 45. Pertanyaan ini sangat wajar mengingat kedua tipe rumah ini sering tersedia dalam satu kawasan perumahan dan memiliki target pasar yang mirip. Memahami perbedaan keduanya akan membantu Anda menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan anggaran.

Perbedaan paling mendasar terletak pada luas bangunan. Rumah tipe 45 memiliki luas 45 meter persegi, atau 9 meter persegi lebih besar dibandingkan Tipe Rumah 36. Selisih ini biasanya dimanfaatkan untuk ruang tambahan, seperti kamar tidur yang lebih besar, ruang tamu yang lebih lega, atau penambahan satu kamar mandi ekstra. Untuk keluarga dengan lebih dari dua anak, ruang tambahan ini bisa menjadi pertimbangan penting.

Perbandingan ukuran rumah tipe 36 dan tipe 45

Selain ukuran, perbedaan juga terlihat pada harga dan target pembeli. Rumah tipe 45 umumnya dihargai lebih tinggi, baik untuk versi subsidi maupun komersial. Di sisi lain, Tipe Rumah 36 tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang mengutamakan efisiensi anggaran. Jika Anda memiliki dana lebih longgar dan membutuhkan ruang yang sedikit lebih besar, tipe 45 bisa jadi pilihan yang tepat. Namun, jika efisiensi biaya dan perawatan menjadi prioritas utama, tipe rumah 36 tetap menjadi jawaban yang paling rasional. Bagi yang mencari alternatif di Bogor, cek juga rumah 500 juta di Bogor untuk perbandingan harga dan ukuran.

Denah Tipe Rumah 36: Satu Lantai dan Dua Lantai

Penataan denah menjadi faktor krusial dalam memaksimalkan kenyamanan hunian tipe 36. Dengan luas bangunan yang relatif compact, setiap meter persegi perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Denah yang baik akan menciptakan sirkulasi udara dan cahaya yang optimal, sekaligus memastikan setiap anggota keluarga memiliki ruang privasi yang cukup.

Untuk Tipe Rumah 36 satu lantai, denah paling umum terdiri dari dua kamar tidur di bagian belakang, satu kamar mandi di tengah, serta ruang tamu dan dapur terintegrasi di area depan. Beberapa desain modern menerapkan konsep open space yang menghilangkan sekat permanen antara ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur. Konsep ini menciptakan kesan luas dan memudahkan interaksi antar anggota keluarga. Area carport biasanya ditempatkan di sisi depan bangunan dengan ukuran cukup untuk satu mobil.

Interior open plan rumah tipe 36 yang lapang dan fungsional

Sementara itu, Tipe Rumah 36 dua lantai menawarkan solusi bagi keluarga yang membutuhkan ruang lebih banyak namun tetap ingin mempertahankan ukuran lahan yang sama. Lantai dua bisa difungsikan sebagai kamar tidur tambahan, ruang kerja, atau area multifungsi lainnya. Denah dua lantai juga memberikan fleksibilitas lebih dalam membagi zona publik dan privat. Namun, Anda perlu mempertimbangkan biaya pembangunan yang lebih tinggi dan pastikan struktur bangunan mendukung penambahan lantai. Jika tertarik hunian dengan desain menarik di Bogor, Ciomas River View bisa menjadi referensi hunian dengan konsep modern.

Harga Tipe Rumah 36 di Berbagai Kota

Harga Tipe Rumah 36 sangat bervariasi tergantung lokasi, tipe perumahan (subsidi atau komersial), dan fasilitas yang ditawarkan. Memahami kisaran harga di berbagai kota akan membantu Anda menyusun perencanaan keuangan yang lebih matang, termasuk persiapan dana untuk uang muka dan cicilan KPR.

Berdasarkan Keputusan Menteri PUPR yang mengatur penetapan harga rumah subsidi, harga jual ditentukan berdasarkan wilayah geografis. Harga ini diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi dan biaya konstruksi di masing-masing daerah. Pemerintah juga menetapkan batas maksimal penghasilan penerima subsidi, yaitu Rp8 juta per bulan untuk pasangan suami istri.

Komplek perumahan modern dengan variasi harga tipe rumah

Tabel harga Tipe Rumah 36 subsidi dan komersial 2026

Kota Harga Subsidi Harga Komersial Jenis
Jakarta Rp 185 juta Rp 500 juta - 1 M+ Subsidi/Komersial
Bekasi Rp 185 juta Rp 350 - 700 juta Subsidi/Komersial
Tangerang Rp 185 juta Rp 400 - 800 juta Subsidi/Komersial
Surabaya Rp 173 juta Rp 350 - 650 juta Subsidi/Komersial
Bandung Rp 173 juta Rp 350 - 600 juta Subsidi/Komersial
Medan Rp 166 juta Rp 300 - 500 juta Subsidi/Komersial
Samarinda Rp 182 juta Rp 350 - 550 juta Subsidi/Komersial
Makassar Rp 173 juta Rp 300 - 500 juta Subsidi/Komersial
Papua Barat Rp 240 juta Rp 450 - 700 juta Subsidi/Komersial

Harga subsidi berdasarkan Keputusan Menteri PUPR dan referensi pasar properti daring (diperbarui April 2026).

Untuk rumah subsidi, harga ditetapkan pemerintah sesuai zonasi wilayah. Sementara itu, Tipe Rumah 36 komersial harganya mengikuti mekanisme pasar bebas dan bisa jauh lebih tinggi, terutama di lokasi strategis dengan akses transportasi serta fasilitas umum yang lengkap. Jika Anda berminat mengajukan KPR, Bank Tabungan Negara (BTN) menyediakan produk KPR Sejahtera dengan bunga ringan khusus untuk pembelian rumah subsidi. Untuk panduan lengkap pembiayaan, baca juga cara mengajukan KPR.

Kelebihan dan Kekurangan Tipe Rumah 36

Seperti jenis properti lainnya, Tipe Rumah 36 memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan yang perlu dipahami sebelum memutuskan pembelian. Evaluasi yang objektif terhadap aspek-aspek ini akan membantu Anda menentukan apakah hunian ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan jangka panjang Anda dan keluarga.

Dari sisi kelebihan, Tipe Rumah 36 menonjol dalam hal keterjangkauan harga. Kisaran harga yang relatif rendah, baik untuk kategori subsidi maupun komersial, membuatnya mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat. Biaya perawatan rumah juga lebih hemat karena luas bangunan yang tidak terlalu besar. Selain itu, proses pembersihan dan pemeliharaan hunian menjadi lebih praktis dan tidak memakan waktu lama. Efisiensi energi adalah keunggulan lainnya, di mana biaya listrik dan air bulanan cenderung lebih rendah dibandingkan rumah berukuran lebih besar.

Kelebihan dan kekurangan hunian tipe 36

Di sisi lain, kekurangan Tipe Rumah 36 terutama terletak pada keterbatasan ruang. Untuk keluarga yang terus berkembang, luas 36 meter persegi mungkin terasa sempit dalam jangka menengah. Hanya tersedianya satu kamar mandi juga bisa menjadi kendala saat anggota keluarga bertambah atau ada tamu yang menginap. Selain itu, area parkir yang terbatas biasanya hanya muat untuk satu kendaraan roda empat. Meski demikian, dengan perencanaan desain interior yang cerdas dan penggunaan furnitur multifungsi, berbagai keterbatasan tersebut masih bisa diatasi agar hunian tetap nyaman dan fungsional. Untuk pilihan hunian dengan spesifikasi lebih lengkap, cek rumah dijual di Bogor untuk berbagai alternatif.

Desain Tipe Rumah 36 Minimalis yang Fungsional

Menerapkan konsep minimalis pada Tipe Rumah 36 adalah pilihan yang sangat tepat. Gaya desain ini tidak hanya estetis, tetapi juga berfokus pada fungsionalitas dan efisiensi penggunaan ruang. Dengan prinsip less is more, setiap elemen dalam rumah memiliki fungsi jelas sehingga tidak ada ruang yang terbuang percuma.

Prinsip utama dalam desain rumah minimalis tipe 36 adalah pemanfaatan setiap sudut ruang secara maksimal. Penggunaan furnitur built-in, seperti rak dinding, lemari tanam, dan meja lipat, bisa menjadi solusi cerdas untuk menyimpan barang tanpa memakan banyak tempat. Warna cat dinding yang cerah seperti putih, krem, atau abu-abu muda juga berperan penting dalam menciptakan kesan lapang dan terbuka. Penambahan cermin besar di titik-titik strategis bisa memberikan ilusi ruang yang lebih luas dari ukuran sebenarnya.

Interior minimalis rumah tipe 36 dengan furnitur built-in

Pencahayaan alami dan ventilasi yang baik adalah elemen krusial lainnya. Jendela besar dengan tirai tipis akan membuat ruangan terasa lebih hidup dan mengurangi kebutuhan akan lampu artificial di siang hari. Untuk area luar, taman kecil atau vertical garden bisa menjadi oase hijau yang menyegarkan tanpa memerlukan lahan luas. Kombinasi antara interior yang rapi, pencahayaan optimal, dan sentuhan alam akan menghasilkan hunian tipe 36 yang terasa nyaman, lapang, dan menyenangkan untuk ditinggali meski dengan ukuran yang compact.

Tips Memilih Tipe Rumah 36 yang Tepat

Membeli rumah adalah keputusan besar yang memerlukan pertimbangan matang. Agar investasi Anda di hunian tipe 36 benar-benar membawa kebahagiaan dan kenyamanan, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan sejak tahap pencarian hingga proses transaksi. Berikut adalah panduan praktis yang bisa Anda terapkan.

Delapan tips memilih Tipe Rumah 36 yang tepat

  • Tentukan Budget dengan Realistis. Sesuaikan pilihan antara rumah subsidi atau komersial berdasarkan kemampuan finansial. Ingat, selain harga rumah, Anda juga perlu mempersiapkan biaya KPR, notaris, dan renovasi.
  • Pilih Lokasi Strategis. Pastikan rumah memiliki akses mudah ke jalan utama, fasilitas kesehatan, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Lokasi yang baik akan mendukung kualitas hidup dan potensi kenaikan nilai properti.
  • Cek Legalitas Properti. Pastikan rumah memiliki sertifikat hak milik (SHM) dan izin mendirikan bangunan (IMB) atau persetujuan bangunan gedung (PBG) yang sah. Verifikasi status tanah agar terhindar dari sengketa di masa depan.
  • Survey Kondisi Bangunan. Datangi langsung lokasi untuk memeriksa kualitas konstruksi, kerapian finishing, dan kelengkapan fasilitas umum. Jangan hanya mengandalkan brosur atau gambar dari pengembang.
  • Pahami Aturan Perumahan. Tanyakan mengenai status kepemilikan, aturan renovasi, dan biaya perawatan fasilitas umum. Jika perlu, diskusikan dengan penghuni yang sudah tinggal lebih dulu untuk mendapatkan gambaran nyata.
  • Hitung Kemampuan Cicilan. Gunakan kalkulator KPR untuk mensimulasikan cicilan bulanan. Pastikan jumlah cicilan tidak melebihi 30 persen dari total penghasilan bulanan Anda.
  • Pertimbangkan Potensi Pengembangan. Pilih rumah dengan sisa lahan yang memungkinkan untuk renovasi di masa depan, seperti penambahan lantai atau perluasan ruang.
  • Gunakan Jasa Agen Properti Terpercaya. Jika membeli rumah bekas, pastikan transaksi melalui agen yang terdaftar dan kredibel untuk menghindari risiko penipuan.

Dengan mengikuti panduan di atas, Anda bisa menemukan hunian Tipe Rumah 36 yang tidak hanya sesuai anggaran, tetapi juga nyaman untuk ditempati dalam jangka panjang. Bagi yang mencari hunian dengan DP ringan, perumahan di Ciomas Bogor DP murah menawarkan berbagai pilihan menarik.

Tips memilih rumah tipe 36 yang tepat melalui survey langsung

Estimasi Biaya Bangun Tipe Rumah 36

Membangun Tipe Rumah 36 dari nol bisa menjadi alternatif menarik, terutama jika Anda sudah memiliki lahan sendiri. Dengan membangun sendiri, Anda memiliki kontrol penuh terhadap desain, material, dan kualitas konstruksi. Namun, perencanaan anggaran yang cermat sangat diperlukan agar pembangunan berjalan lancar tanpa kendala keuangan.

Biaya membangun Tipe Rumah 36 umumnya dihitung berdasarkan harga per meter persegi. Kisaran biaya konstruksi bervariasi tergantung lokasi dan kualitas material yang dipilih. Untuk kualitas standar, biaya berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per meter persegi. Dengan luas bangunan 36 meter persegi, total estimasi biaya konstruksi dasar berada di kisaran Rp72 juta hingga Rp108 juta. Angka ini belum termasuk biaya pembelian tanah, desain arsitek, perizinan, dan interior.

Estimasi rincian biaya bangun rumah tipe 36

Kalkulator Biaya Bangun — Estimasi Real-Time

🏗️
Estimator Konstruksi 2026

Hitung Biaya Bangun Rumah

10%15%20%25%
Biaya per m² Bangunan Rp 3.800.000
Biaya Bangunan (Luas × Harga) Rp 136.800.000
Biaya Tanah (perkiraan) Rp 0
Dana Cadangan (15%) Rp 20.520.000
GRAND TOTAL Rp 157.320.000

📋 Rincian Komponen Biaya Bangunan

💡 Data harga berdasarkan IHPK (Indeks Harga Penyediaan Konstruksi) 2026 & survei kontraktor. Estimasi dapat bervariasi ±10-15% tergantung spesifikasi teknis & lokasi proyek.

Total keseluruhan, termasuk tanah dan infrastruktur dasar, biasanya mencapai sekitar Rp133 juta untuk standar sederhana. Untuk hasil optimal, disarankan untuk menyisihkan dana cadangan sebesar 10 hingga 15 persen dari total anggaran sebagai buffer untuk biaya tak terduga selama proses pembangunan.

Cara Merenovasi Tipe Rumah 36 agar Lebih Luas

Renovasi Tipe Rumah 36 untuk menciptakan kesan lebih luas adalah impian banyak pemilik hunian compact. Meski luas bangunan tetap 36 meter persegi, ada berbagai trik desain dan renovasi yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan fungsi dan kenyamanan setiap ruangan. Strategi utama adalah mengoptimalkan pencahayaan alami, memilih furnitur yang tepat, dan mengubah tata letak interior agar terasa lebih lega.

Salah satu cara paling efektif adalah dengan menghilangkan sekat permanen antara ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur. Konsep open plan ini tidak hanya menciptakan ruang multifungsi yang lapang, tetapi juga memperbaiki sirkulasi udara dan cahaya alami di seluruh area hunian. Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk membangun mezzanine atau lantai tambahan di area dengan plafon tinggi. Lantai mezzanine bisa difungsikan sebagai ruang tidur tambahan atau area kerja yang terpisah dari zona publik di bawahnya.

Transformasi rumah tipe 36 sebelum dan sesudah renovasi

Penggunaan warna cerah pada dinding dan plafon juga berperan penting dalam menciptakan ilusi ruang yang lebih besar. Kombinasikan dengan lantai berwarna netral dan furnitur berkaki ramping agar area lantai terlihat lebih luas. Manfaatkan dinding vertikal untuk penyimpanan dengan memasang rak-rak tinggi, sehingga ruang lantai tetap bersih dari kekacauan. Dengan perencanaan yang matang, renovasi Tipe Rumah 36 bisa menghasilkan hunian yang terasa jauh lebih luas, nyaman, dan fungsional tanpa perlu menambah luas bangunan secara signifikan. Untuk referensi hunian siap huni di Bogor, cek jual rumah Ciomas Bogor.

Kesimpulan

Tipe Rumah 36 tetap menjadi pilihan hunian yang relevan dan diminati di tahun 2026. Dengan luas bangunan yang efisien, harga yang terjangkau, serta beragam program subsidi dari pemerintah, rumah ini menawarkan solusi perumahan yang realistis bagi banyak keluarga Indonesia.

Keputusan memilih Tipe Rumah 36 harus didasarkan pada pemahaman menyeluruh terhadap spesifikasi, harga, kelebihan, dan keterbatasannya. Dengan perencanaan yang matang dan desain interior yang cerdas, hunian berukuran 36 meter persegi ini bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman, fungsional, dan menyenangkan untuk ditempati dalam jangka panjang.

Semoga panduan ini membantu Anda menemukan hunian ideal. Jika Anda tertarik hunian siap huni di Bogor dengan harga terjangkau, jangan rupa untuk menjelajahi rumah dijual di Bogor dan temukan pilihan terbaik untuk keluarga Anda.

FAQ Seputar Tipe Rumah 36

Berapa ukuran tanah ideal untuk Tipe Rumah 36?

Ukuran tanah yang paling umum untuk Tipe Rumah 36 adalah 60 m² (6m x 10m) atau 72 m² (6m x 12m). Dengan luas bangunan tetap 36 m², sisa lahan bisa dimanfaatkan sebagai area carport, taman, atau ruang terbuka lainnya.

Apakah Tipe Rumah 36 bisa dibuat dua lantai?

Ya, Tipe Rumah 36 bisa dibangun dengan konsep dua lantai. Penambahan lantai akan menggandakan luas lantai yang usable menjadi sekitar 72 m². Namun, pastikan struktur pondasi dan kolom dirancang kuat untuk menopang beban lantai tambahan.

Berapa estimasi biaya renovasi Tipe Rumah 36 menjadi 2 lantai?

Estimasi biaya untuk menambah lantai kedua pada Tipe Rumah 36 berkisar antara Rp80 juta hingga Rp150 juta. Biaya ini tergantung kualitas material, kompleksitas desain, dan tarif tukang di masing-masing daerah.

Siapa yang berhak membeli rumah subsidi Tipe Rumah 36?

Rumah subsidi Tipe Rumah 36 diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Syaratnya antara lain: berpenghasilan maksimal Rp8 juta per bulan (pasangan), belum pernah menerima subsidi perumahan, dan belum memiliki rumah layak huni. Detail syarat lengkap bisa dicek di halaman syarat KPR rumah subsidi BTN.

Berapa lama proses KPR Tipe Rumah 36 di bank?

Proses pengajuan KPR untuk Tipe Rumah 36 umumnya memakan waktu 2 hingga 4 minggu, tergantung kelengkapan dokumen dan proses verifikasi bank. Setelah persetujuan, proses akad kredit biasanya dilakukan dalam 1 hingga 2 minggu.

Ilham Mahendra
Author Profile

Ilham Mahendra

Analis Properti Bogor, Riset Harga Rumah, dan Tren Hunian Premium

Ilham Mahendra berfokus pada riset pasar perumahan Bogor dan sekitarnya. Tulisan di halaman ini dirancang untuk membantu pembeli membandingkan kawasan, harga, akses, dan nilai hunian secara lebih rapi.

Artikel Terkait

Butuh arahan cepat?

Konsultasikan Kebutuhan Hunian Anda

Diskusikan model rumah sederhana, kebutuhan ruang, atau preferensi desain yang paling cocok untuk keluarga Anda. Tim kami siap membantu lewat WhatsApp maupun telepon.

Konsultan Properti

Logo

Jual Rumah di Ciomas Bogor

Spesialis Hunian Nyaman Ciomas

Headquarter

Komplek Sari Inten, Ciomas
Bogor, Jawa Barat
+62 811-1011-3577

Formulir Kunjungan